Sunday, 15 September 2019

Kamu, enigma yang paling saya suka

Tidak saya pungkiri lagi jika semesta memang suka bermain degan segala enigma untuk menguji renjana. Saya benci saat semesta dengan bercanda mempermainkan sebuah rasa namun dari segala enigma yang dituang semesta, kamu adalah yang paling aku suka.

Kamu selalu penuh teka teki yang sulit untuk saya ketahui. Di balik  sikap dan senyum yang pernah kamu beri - membuat saya berseri, sangat berbeda dengan apa yang saya dengar saat teman-temanmu bercerita tentangmu, lagi.

kamu adalah misteri yang selalu membuat saya jatuh hati kembali pada seseorang yang sama lagi. Teka-teki yang sulit saya pecahkan meski berulangkali saya coba tuk' runtukan namun dinding yang kamu buat terlalu tinggi. Beri tahu saya bagaiman cara menemukanmu di balik dinding yang kokoh berdiri itu!

saya harus menghancurkannya perlahan meski terluka atau menyerah dan berbalik arah?

Tapi kamu tahu bukan, bahwa opsi kedua bukanlah sifat saya dan ya, kamu tahu saya keras kepala. Meski terluka tidak apa, itu urusan saya dan saya masih mampu mengobatinya.

Kamu, hidupmu dan tidak ada yang lain; yang membuat saya rela terluka dan mengobatinya dengan suka.

Katakan pada saya nanti, jika kamu terkena serpihan dinding yang saya runtuhkan sedikit demi sedikit. Karena saat kamu mengatakan itu, maka saya akan berhenti dan hanya menanti sampai dinding itu runtuh sendiri

Tidak, saya tidak akan pergi. Bukankah saya pernah bilang jika saya akan tetap di sini sampai rasa ini mati sendiri nanti? Jadi, saya hanya tidak akan mencoba lagi namun tetap menanti-menantimu meruntuhkan dinding yang kamu bangun sendiri dan merentangkan tangan menyambut kedatangan saya nanti. Ya, semoga itu terjadi.

Biar aku saja yang menggenggam

Jika sungkan menggenggamku, biarkan aku saja yang menggenggammu. Akan kuajak kamu menghabiskan hari yang akan menjadi kerinduan tak terobati nanti, jika kita sudah tak bertemu lagi. Juga akan kutunjukkan padamu bagaimana kota ini begitu indah untuk dilewatkan sendiri - didalam dan menyepi

Biar aku membawamu keluar dari kastil esmu dan memasuki kehidupan hangatku. Berjalan di trotoar kota dengan aku yang bicara tak habisnya meski sekalipun nanti tak pernah kamu gubris. Mengajakmu berfoto di bangunan-bangunan tua yang menurutku indah itu, ya meski aku tau kamu sedikit benci untuk difoto tapi kalau aku yang ajak, mau kan?

Ah ya, biarkan aku yang menggenggam tangan itu tanpa peduli seberapa tidak sukanya kamu digenggam. Akan kuajak kamu berlari kecil menyebrangi jalan hanya untuk melihat  burung-burung yang sudah bermunculan di sore hari.

Sekali lagi, biarkan aku yang menggenggam tangan dingin itu. menghabiskan hari dari pagi sampai malam menghampiri, akan kubuat kamu jatuh hati hanya dalam sehari.

Agar kamu tahu betapa bahagianya, makan nasi goreng dibawah langit kota; berdua-hanya denganku saja.


-Gadis Penikmat senja-