Tahun ini adalah tahun kedua lebaran tanpa kamu disisiku. Hmm memang kehadiranmu adalah hal yang sangat kuimpikan, tapi mustahil rasanya hal itu akan terjadi. Memang berat rasanya hidup tanpa kasih sayangmu.
Orang melihatku seperti tidak punya beban, sebenarnya semua senyuman, canda dan tawa adalah caraku menyembunyikan semua derita yang selama ini kuhadapi sendiri. Semua derita ini memang harus kutanggung sendiri karena memang saya tak punya siapa siapa untuk berbagi semua derita ini.. ibu?? Dia hanya sibuk mengurusi tokonya.
Susahnya hidupku dimulai dari sd kelas 3 kedua orang tuaku telah cerai, mereka berdua selalu bertengkar didepan mataku, sambil mengeluarkan kata-kata kotor, lempar sana lempar sini, dan dengan suara yang keras. Mereka bertengkar seakan tak ada saya disitu. Sekolahku jadi berantakan, alpa 1 bulan lebih, dan saya sempat lari dari rumah selama 2 minggu, hal itu mungkin terdengar mustahil bagi anak kelas 3 sd. Tapi itu benar benar terjadi pada saya.
Kelas 3 SD saya telah bisa bicara kotor dari mendengar kata kata orang tuaku, saya merokok, jarang makan, saat itu saya tak mengerti apa yang terjadi pada orang tuaku, sempat saya merasa stress atau depresi.
Kelas 6 SD, saya berpikir mencoba menyatukan kembali kedua orang tuaku, apapun resiko dan tantangan harus kuhadapi demi kedua orang tuaku. Tapi, saat pulang sekolah saya bukannya diantar di rumah tapi dirumah tanteku, kulihat disana telah berdiri tenda dan banyaknya orang yang hadir diacara itu, seperti sebuah acara pernikahan. Dann... benar mamaku telah menikah dengan orang lain, dan parahnya lagi tanpa memberi tahuku sebelumnya. Saat itu saya berpikir mungkin ini adalah takdir kedua orang tuaku tak bisa bersatu lagi.
Kelas 3 SMP papaku jatuh sakit, selama kurang lebih 3 bulan saya merawatnya. Mulai dari memberinya makan, memandikan, mencuci pakaiannya, dll. Dan sekarang beliau telah meninggal, disitulah titik terberat dalam hidupku, karena semua suka duka telah kita lewati bersama, dan keinginan terbesarku saat itu adalah papaku sembuh dan melihat saya lulus SMP. Tapi, tuhan berkata lain, mungkin ini adalah skenario yang terbaik buat saya.
Setelah beberapa bulan papaku meninggal, saya berpikir untuk mengakhiri hidup, alasannya adalah karna dari kecil saya sudah hadapi masalah yang begitu besarr, saya sudah merasa inilah satu satunya cara untuk tidak hadapi masalah lagi.
Bersambung.
(Coming soon part 2)