Saturday, 6 August 2016

Miss daddy

Tanggal 7 bulan oktober 2014 adalah hari terakhir kali kita bertemu didunia.. berat rasanya untuk berpisah denganmu, tapi inilah jalan terbaik dari tuhan untuk kita. Kedepan hari-hariku akan terasa sunyi, sepi, dan tidak akan ada lagi kudapatkan kasih sayangmu.

 Susah dan senang kita lewati bersama walaupun kita tak satu rumah lagi, dari kita tidak makan satu hari, ke makassar naik motor bersama, dll.. hal itulah yang akan kurindukan dan akan ku kenang selamanya, dan tak akan mungkin terjadi kedua kali. 

Semenjak engkau sakit, setiap hari kusempatkan untuk singgah kerumahmu. Hari tiap hari penyakitmu makin parah, kuputuskan untuk libur satu minggu untuk merawatmu. Semua pengobatan telah engkau jalani. Tapi, tak ada satu pun hasilnya memuaskan. Badanmu mulai kurus, dan kulihat engkau selalu menahan rasa sakit dari hadapanku. Saya tak bisa menahan air mata saat melihatmu harus menanggung semua penyakit ini.

Malamnya, engkau memelukku dengan kuat dengan menangis dan mengucapkan sesuatu kata yang tak jelas. Beberapa menit kemudian, saya pamit dari hadapanmu untuk pulang kerumah. Belum berapa lama sampai dirumah, saya ditelfon dia mengatakan engkau telah meninggal, dan saya langsung kerumahmu. Dihadapanku saya melihat engkau telah pergi untuk selamanya, itu adalah rasa yang paling hancur hancur hancur, betapa tidak saya merawatmu selama 3 bulan. Saya berpikir mungkin engkau peluk saya dengan kuat tadi adalah engkau ingin pamit denganku, dan sesuatu yang tak jelas engkau katakan adalah kata perpisahan dan terima kasih kepadaku karna telah merawat engkau selama 3 bulan terakhir.

Air mata tak bisa kubendung saat melihat dirimu yang telah tak bernyawa lagi. Kucium keningmu untuk terakhir kalinya sambil meneteskan air mata. Sampai ketempat peristirahatan terakhirmu saya pun kembali tak bisa menahan air mata. Huhh berat rasanya...

Sekarang kita berbeda dunia, sekarang kita tak akan bertemu lagi, dan sekarang saya hanya bisa mengunjungi makammu dan mendoakanmu agar engkau diterima disisinya, amin.

Ayah saya akan selalu merindukanmu, saya akan selalu merindukan kasih sayangmu dan perhatianmu. Saya akan selalu tegar walau tanpa dirimu, saya akan selalu membanggakanmu. 

Love you so much much much more ayah..
Miss you so much much much more ayah.. 

Alm. Arief abdul gafar

No comments:

Post a Comment