Sunday, 18 December 2016
Profile
Profile
Entah apa yang saya buat, eh kepikiran mau tulis profile saja. Langsung aja....
Yang belum kenal, perkenalkan nama saya Anugerah Ihza Mahendra. Nama panggilan angga, ihza, renox, dan yang paling vulgar lagi adalah ija seksi-,-. Lahir di Palu 17-10-1999. Hobi Makan, jalan, jajan, tidur, masih banyak dah. Status masih tanda (?), yang pasti bukan duda.
Kehidupan aku seperti kehidupan anak anak pada umumnya, tapi......
Semua berubah saat kelas 3 SD, yah... papa mama aku pisah😑. Sebelum kelas 3 SD, papa mama aku selalu berkelahi didepankuu, lempar sana lempar sini, bicara kotor, beda rumahlah. Saat dipengadilan, aku ditanya sama seseorang yang aku tak kenal sama sekali, "angga, lebih senang sama mama ato papa???". Dengan polosnya kujawab "dua duanya om". Ditanya lagi, "angga mau ikut papa atau mama???". Dengan polosnya lagi kujawab "dua duanya om". Terus aku dibawa masuk lagi, dengan membawa es cream goreng harga Rp.1000,- yang di endorse seseorang tadi.
Dari pengadilan aku pulang kerumah, ku tanya ke mama aku, "papa mana???". Mama aku jawab, "papa lagi kerja". Setelah kutanya, ku pergi bermain.
Malamnya lagi aku tanya sama mama aku, " kenapa papa tidak pulang pulang???". Mamaku hanya diam. Semua diperparah dengan menikahnya mama aku dengan orang lain yang saya tak kenal sama sekali asal usulnya darimana.
Kehidupanku mulai membaik pada awal aku masuk smp, dapet suasana baru, guru guru baru, dan ketemu dengan muka muka asing di dalam kelasss. Selama smp bisa dikatakan saya kepala batu atau nama lainnya nakalll. Tapi, semua berubah drastis ketika papa aku meninggal dunia. Semua kehidupanku menjadi gelap, suram, dan sunyi. Mungkin itu juga salah satu faktor, kelakuan dan sifat aku berubah.
Setelah lulus, aku masuk salah satu sekolah di kota palu. Lagi lagi ketemu dengan semua muka asing. Saat kelas satu, aku mulai risih dengan kaka kaka kelasku panggil panggil aku tidak jelas dan lebih parah lagi entah kaka kelas sapa yang intinya aku tidak kenal sama sekali, dia mengaku mengaku pacaran dengan aku sudah 6 bulan, padahal aku sekolah baru 3 atau 4 bulan dan maki maki pacarku saat itu, parah coeg!!!. Naik kelas 2, saya putus dengan pacar aku. Memang dari gimik mukanya, sifatnya tidak begitu bagus dan niatku adalah merubahnya. Tapi, entah kenapa dia lebih memilih orang lainn (alay). Yah sudahlah.... mungkin itu saja dulu yakk
Sekian.
Follow:
Ig a_ihza
Path anugerah ihza
Id line ihzanugerah
Wednesday, 14 December 2016
Papa
Menulis lagi, entah kali ini rasa apa yang lagi kurasakan yang intinya bukan cinta atau yang sejenisnya. Kali ini aku rindu dengan sosok papa (again), rindu dengan sifat seorang papa yang ngelarang, menjaga dan melindungi anaknya. Sekarang, hal itu terasa mustahil untuk ku dapatkan😩.
15 tahun kita bersama, terasa sangat singkat sekali bagiku. Walaupun hanya sebentar aku merasakan hadirmu pa, tapi aku tidak akan pernah melupakanmu.
Jujur, sekarang aku sangat merindukanmu dan sangat ingin memelukmu dengan erat. Tapi, sekarang hanya doa yang bisa kuberikan padamu pa....
Jujur, sampai detik ini aku masih bermimpi untuk bisa hidup bersamamu, aku ingin selalu menghabiskan waktu bersamamu, ingin lebih lama lagi bersamamu, dan aku ingin sekali tertawa seperti mereka tertawa dengan ayahnya.
Jujur, aku sangat iri terhadap teman temanku yang masih bisa bertemu dengan ayahnya tiap hari.
Dulu marahmu membuatku sangat merasa kesal. Tapi, sekarang marahmu itulah yang kubutuhkan dan menbuatku sangat rindu kepada papa.
Sudah dua tahun, dua tahun aku jauh dari papa, dua tahun tidak mendengar nasihat dari papa, dan dua tahun sudah aku mencoba tetap tegar menghadapi semua persoalan hidup, mencari setiap solusi yang aku butuhkan. Sendiri.
Paaa, banyak cerita yang ingin kuceritakan padamu. Cerita cerita tentang kemajuanku selama dua tahun ini. Aku telah mencoba untuk menjadi seseorang yang bukan anak anak lagi. Memang tidak mudah, tapi kesulitan itulah yang menjadi warna bagi hidupku.
Terima kasih, pernah sama sama dalam hidupku. Maaf belum bisa buat papa bangga. Maaf pernah buat papa kecewa, menangis, dan pernah membantah papa. Dan, terima kasih telah menjadi sosok terbaik yang pernah ada bagi hidupku.
I love you, love you so much daddy😊
Subscribe to:
Comments (Atom)