Menulis lagi, entah kali ini rasa apa yang lagi kurasakan yang intinya bukan cinta atau yang sejenisnya. Kali ini aku rindu dengan sosok papa (again), rindu dengan sifat seorang papa yang ngelarang, menjaga dan melindungi anaknya. Sekarang, hal itu terasa mustahil untuk ku dapatkan😩.
15 tahun kita bersama, terasa sangat singkat sekali bagiku. Walaupun hanya sebentar aku merasakan hadirmu pa, tapi aku tidak akan pernah melupakanmu.
Jujur, sekarang aku sangat merindukanmu dan sangat ingin memelukmu dengan erat. Tapi, sekarang hanya doa yang bisa kuberikan padamu pa....
Jujur, sampai detik ini aku masih bermimpi untuk bisa hidup bersamamu, aku ingin selalu menghabiskan waktu bersamamu, ingin lebih lama lagi bersamamu, dan aku ingin sekali tertawa seperti mereka tertawa dengan ayahnya.
Jujur, aku sangat iri terhadap teman temanku yang masih bisa bertemu dengan ayahnya tiap hari.
Dulu marahmu membuatku sangat merasa kesal. Tapi, sekarang marahmu itulah yang kubutuhkan dan menbuatku sangat rindu kepada papa.
Sudah dua tahun, dua tahun aku jauh dari papa, dua tahun tidak mendengar nasihat dari papa, dan dua tahun sudah aku mencoba tetap tegar menghadapi semua persoalan hidup, mencari setiap solusi yang aku butuhkan. Sendiri.
Paaa, banyak cerita yang ingin kuceritakan padamu. Cerita cerita tentang kemajuanku selama dua tahun ini. Aku telah mencoba untuk menjadi seseorang yang bukan anak anak lagi. Memang tidak mudah, tapi kesulitan itulah yang menjadi warna bagi hidupku.
Terima kasih, pernah sama sama dalam hidupku. Maaf belum bisa buat papa bangga. Maaf pernah buat papa kecewa, menangis, dan pernah membantah papa. Dan, terima kasih telah menjadi sosok terbaik yang pernah ada bagi hidupku.
I love you, love you so much daddy😊
No comments:
Post a Comment