Dear,
Dulu aku tidak lagi mempercayai yang namanya cinta, apalagi cinta yang dapat menyatukan segalanya dan memiliki makna yang suci. Karena cintalah yang membuat hidupku (pernah) berantakan.
Cinta memaksa aku harus lebih dewasa sebelum waktunya, memaksa aku harus bisa berdiri dipuing-puing kehancuran, dan memaksa aku harus tetap tersenyum walaupun hati serasa hancur
Bagaimana cinta yang pada awalnya membuat dua orang saling tergila-gila, cinta yang membuat mereka bertukar pandangan mesra satu sama lainnya, cinta yang membuat mereka ingin hidup selamanya. Namun, cinta tidak begitu hebat untuk mempertahankan mereka dalam satu hubungan untuk selamanya.
seiring berjalannya waktu...
hingga seseorang
yang mampu membuktikan bahwa cinta itu indah hadir dikehidupanku. Aku terkesan
menutup diri, bukan karena tidak ingin, bukan karena tidak ingin memberi
peluang hanya saja citra cinta dimataku sudah tidak sebaik apa yang orang orang
katakan. Mungkin, aku takut untuk jatuh cinta, takut mengalami luka yang sama
dengan orangtuaku. Takut, jika apa yang mereka alami terjadi juga padaku.
.
Namun, saat kamu hadir dikehidupanku, memberiku
cinta yang utuh, dan mengajariku bagaimana bertukar kasih sayang dengan benar
aku akan benar benar menjaga keutuhan tersebut. Berangkat dari hal-hal yang
tidak menyenangkan di masa lalu, aku berniat untuk tidak menciptakan luka bagi
generasi selanjutnya.
Kepadamu, yang saat ini sedang berada didalam
keseharianku.
Maaf, jika segalanya menjadi lebih rumit dari
perkiraanmu. Ada banyak hal yang harus kamu pahami tentang aku.
Aku mulai pelan pelan
membuka duniaku yang kelam, hanya saja aku belum mengetahui caranya secara
pasti. Dan tentunya agak rumit aku kisahkan kepadamu. Namun, jika kamu hebat
menjadikan bahumu sebagai tempat bersandar, semuanya akan lebih mudah untukku
mengisahkan apa apa saja yang telah aku lalui di kehidupanku sebelum kamu
hadir.
Kamu Hebat!!!
Terima kasih sudah memahami luka yang aku alami,
terima kasih sudah menopang tubuh disaat aku berusaha keras menolak untuk
tabah. Terima kasih banyak, maaf jika bersamaku membuat hari-harimu jauh lebih
rumit.
Tertanda
Aku yang jatuh cinta tanpa jeda kepadamu
No comments:
Post a Comment