Bulan ramadhan datang dengan membawa sejuta rahmatnya. Tapi, kali ini tidak ada yang berubah dari "kita". Masih saja mementingkan ego kalian.
Ayah, ibu ramadhan sudah menyapa. Kapan kalian pulang? Kapan kita seperti keluarga mereka, duduk bersama menunggu berbuka puasa.
Meski puasa kali ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya, aku hanya menemani diriku sendiri. Berbuka sampai sahur pun aku sendiri.
Aku ingin seperti keluarga pada umumnya, disaat sahur Ibu sedang menyiapkan makan dimeja, dan ayah sibuk membangunkan aku.
Ah, kali ini mimpiku terlalu tinggi
Tapi, aku selalu bersyukur bahwa kalian telah banyak meninggalkan luka dan pilu. Luka yang mampu menguatkan dan pilu yang banyak memberi banyak pengalaman.
Aku rindu "kita".
No comments:
Post a Comment